Keberadaan lapangan hijau di depan gedung KBM yang terkesan “nganggur” dan selalu dipertanyakan oleh mahasiswa, kini mulai ada jawabannya. Berbagai rencana disusun untuk merenovasi lapangan tersebut menjadi lapangan serba guna. Salah satunya yaitu akan dibuat lapangan futsal dan panggung terbuka. Konsepnya pun sudah dirancang. Lalu kapankah realisasi dari rencana itu? Berapa lama lagi mahasiswa harus menuggu untuk bisa menikmati lapangan serbaguna tersebut? Read the rest of this entry »

lpmmotivasi on June 9th, 2009

Akhir-akhir ini kasus kehilangan fasilitas di ruang kuliah dan berbagai properti yang terdapat di lingkungan FKIP, seperti, CPU, LCD, helm, dan assesoris motor milik mahasiswa marak terjadi. Lalu bagaimanakah sistem keamanan FKIP yang selama ini dilaksanakan? Mengapa hal tersebut sampai terjadi? Tanggung jawab siapa keamanan di FKIP? Read the rest of this entry »

lpmmotivasi on June 9th, 2009

Di siang bolong itu Begog dan Njenik duduk nyante bak raja dan permaisuri di shelter ijo kebanggaan kampus ungu sambil minum es srrrruuuuput. Mereka seolah-olah berpacaran sambil melamunkan something yang tak jelas rupanya bila diperhatikan dari jauh.

“Nik, udah belajar buat UAS besok belum?” Begog awali pembicaraan. Suasana heningpun pecah.

Njenik pun tersentak.

eh ya apa Gog!? Belum. tumben kamu mikirin soal ujian,,,biasanyakan kamu mikirin perut, bisa makan ngga ya…hehe” ledek njenik.

“perutkan juga penting. Kena busung lapar baru tau rasa kamu. Wuuu…”, cengir Begog tak mau kalah.

“Masalah belajar nanti ajalah gog pake sistem SKS kan keren.heeee….”

“Ngawur kamu Nik, ngga baik lho buat kesehatan. Mau kamu cepat tua karena melek malem-malem? wakaka….”

“Alaah gayamu Gog Gog. . . ’’

Batang hitung Kang Sipon muncul. Seperti jalangkung yang datang tak di undang dan pergipun ga usah di antar. Kan udah gede

“Gog. Ko aku nyium bau kang Sipon ya…?”

“Emang dia itu ga seneng kalau ngelihat temennya pacaran.”

“yeeeee katesiape kita pacaran? Ngarep yo….” Wuu..

Hihiii..Begog nyengir.

“Hayo hayo lagi opo Gog, kok tumben berduaan?” sapa kang Sipon sambil menghampiri Begog dan Njenik.

“ya seperti yang kang lihat. Beginilah kalau namanya cinta. Dimana ada begog, disitulah juga ada Njenikku. Kang Sipon ganggu sich. Menurut rumus yang aku dapat, kalau ada orang yang berduaan yang ketiga adalah setan lho ya..kwakaka…”

Wach berarti kang Sipon setan dunks hihiii…,” timpal Njenik.

“enyahlah setan! Wus wus!” ledek Begog.

“es karepmu Gog Gog. Biarlah anjing menggonggong kafilah tetap berlalu!”,

“Oh ya Gog, Nik, kalian sudah tahu tentang berita PPG belum?”

“PPG..sudah sich kang dari ngisi polling kemarin, tapi asal tak isi saja”, jawab Begog datar.

“Emang PPG apa Gog? Sok tahu kamu..”, saut Njenik.

“Iya Gog, menurut kamu PPG apa?”, timpal Kang Sipon.

“Apa ya..? Ah ga taulah”, penyakit khas Begog kambuh. Garuk-garuk kepale plus manyun nyun nyun.

“Kalau ga salah sich berhubungan dengan kuantitas guru, injih ga Kang?”.

“Bukan kuantitas Gog, tetapi kualitas. Gini lho Gog aku jelasin. PPG itu Pendidikan Profesi Guru, untuk mendidik guru supaya menjadi lebih profesional sesuai dengan bidang studinya. PPG dilaksanakan apabila kita sudah lulus S1. Tetapi untuk mengikuti PPG ini kita harus mengikuti seleksi masuk. Yach…seperti tes SPMB”, jelas Kang Sipon dari sampe z. “Terus yang dapat ikut PPG siapa saja Kang?” Tanya Begog tak sabaran.

“ya semua mahasiswa lulusan S1”, jawab Kang Sipon enteng.

“Maksudnya, mahasiswa non FKIP juga boleh ikut?!” Njenik mulai panic.

“Wah Yo ga adil no..masak kita bersaing sama anak murni? Seharusnya kan special to FKIP”, Begog emosi sampai keluar sungunya.embeeek…

“Halah kamu itu Gog Gog. Gayanya…wong kuliah saja bolong-bolong!”, sindir Kang Sipon.

“Haaa anak dari luar FKIP bisa ikut?????”, tanya Njenik dengan nada menggelegar.

Mendengar penjelasan Kang Sipon tentang mahasiswa non FKIP yang bisa mengikuti PPG, muka Begog mengerut kecewa tiadatara. Hatinya remuk. Remuknya melebihi ketika cintanya di tolak Njenik.

“Gog. How are you?” tanya Njenik.

“heh.heh. Apa?!” Begog bingung kaya abis kesurupan.

“Makanya ikhtiar mulai sekarang!”, Kang Sipon menyela.

“Gini kang, saya kan buka tipe mahasiswa yang pandai. Jadi aku takut akan gagal dalam seleksi PPG,” jawab Begog mendustai hatinya yang remuk dan kecewa.

“Jangan gito Gog. Aku itu tau isi hatimu yang sesungguhnya. Kecewa, merana, oh menyedihkan!”, Njenik meledek.

“Oya kamu kan soulmateku…? Hati ku utuh kembali Nik. Ternyata diam-diam kamu memperhatikanku! Ooh Njenik..”, Begog mulai lebay.

“Pede kamu Gog!”, saut Njenik males meladeni Begog.

“Tapi ko bisa gitu sih Kang,,terus apa gunanya ada FKIP jika harus ada PPG lagi?”, tanya Njenik lesu.

“Lha makanya itu…sebaiknyakan PPG cukup untuk mahasiswa non FKIP yang ingin menjadi guru. Kalau sudah dari FKIP ga perlu ikut PPG lagi. Toh FKIP kan sudah menjurus keguruan dan ilmu pendidikan”, Kang Sipon mulai Iya ya Gog. Kenapa mahasiswa dari luar FKIP bisa mengikuti PPG. Padahal PPG kan untuk meningkatkan profesional calon guru sedangkan yang dari luar FKIP kan bukan calon guru,” timpal Njenik.

Mereka bertiga menjadi bingung akan nasib ke depannya bila sampai gagal melewati tes seleksi itu. Wajah mereka menjadi kelihatan menanggung suatu beban yang sangat berat.

“Kang memangnya kalau kita tidak ikut PPG ga bisa jadi guru di sekolah ya?” tanya Njenik.

“Ya ga bisalah Nik,” jawab Begog.

“Ah kamu sok tahu Gog. Emang kayak gitu kang? Kalo kayak gitu sia-sia dunks usahaku selama ini, kasihan juga orang tuaku,” tegas Njenik.

“Ya bukannya kayak gitu. Kalo kita bisa mengikuti PPG kan masa depan kita lebih terjamin. Ya paling tidak ada harapan untuk hidup lebih baik. Karena isu yang saya dengar setelah mengikuti PPG kita tuch langsung penempatan.”

“Wach enak dunks bagi mereka yang nantinya bisa masuk PPG?” tanya Njenik.

“Ya…,” jawab Kang Sipon datar.

“Tetapi apa mungkin kitabisa lulus dalam tes seleksi itu. Misalnya saja, yang mengikuti tes seleksi merupakan mahasiswa kedokteran dan teknik yang notabene kecerdasannya sudah tidak diragukan lagi. Apalagi hanya dibandingkan dengan FKIP,” Njenik mencoba menyampaikan pendapatnya.

“Ya, mungkin mahasiswa dari FKIP malah nggak ada yang lulus bila disejajarkan dengan anak-anak kedokteran. Ya bukannya merendahkan FKIP ya, tetapi kan hal itu bisa saja terjadi,” Begog angkat bicara.

“Iya ya, begaimana dengan nasib mahasiswa FKIP selanjutnya?

“Ya mungkin kita tidak harus pesimis juga,” Kang Sipon datar.

“Atau mungkin begini saja Kang. Kalau dari mahasiswa FKIP tidak perlu melakukan seleksi, tetapi yang melakukan seleksi adalah mahasiswa yang dari luar FKIP. Kalau begitu kan kita tidak perlu khawatir karena yang mempunyai basic untuk mengajar kan kita, ya nggak?” Begog menyampaikan isi hatinya.

“Wach betul banget tuch Gog. Biar kita bisa menjadi guru profesional dan tidak perlu bersusah payah untuk sertifikasi apabila sudah mengajar. Tumben Gog idemu bagus,” Timpal Njenik.

Kang Sipon hanya tersenyum datar melihat tingkah kedua sahabatnya.

jatmiko_

(AK47) FKIP UNS Jumat (5/6), dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, Pimpinan FKIP bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Brahmahardhika mengadakan kegiatan penanaman seratus pohon Adenium di depan gedung F FKIP UNS. Acara dimulai pukul 09.00 dengan menanam pohon Adenium ke dalam pot sejumlah 60 buah. Empat puluh pohon yang masih tersisa masih menunggu persediaan pot untuk ditanam. Seratus pohon Adenium yang ditanam merupakan pemberian dari alumnus FKIP.

Pembantu Dekan III turut hadir dalam kegiatan tanam seratus pohon Adenium. Kegiatan tanam seratus pohon Adenium diharapkan mampu turut serta melestarikan lingkungan hidup dan memperindah kampus agar tetap hijau. “Kegiatan tanam seratus pohon Adenium diharapkan mampu melestarikan lingkungan dan agar kampus FKIP tampak hijau serta indah”, jelas Drs. Amir Fuady M.Hum selaku PD III FKIP. Kegiatan tanam seratus pohon kedepan diharapkan dapat diadakan secara rutin setiap tahunnya. ”Harapannya, kegiatan seperti ini bias rutin setiap tahunnya,” tambah PD I. Menurut koordinator kegiatan tanam seratus pohon, Yadi Sutawa, kegiatan tanam seratus pohon Adenium didukung sepenuhnya oleh pihak dekanat mulai dari pembelian pohon Adenium, pot dan akomodasi. “Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh pihak dekanat”, jelasnya.

Listya_

lpmmotivasi on June 9th, 2009

Try Out SNMPTN oleh FK

(AK47 UNS) Minggu (31/5) Fakultas Kedokteran Uns menggelar Try Out SNMPTN yang dilaksanakan di Auditorium. Acara yang di koordinir oleh BEM ini ditujukan untuk umum dan SMA/SLTA. Try out ini dimulai pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00. Acara ini bisa dikatakan cukup sukses, karena dari 1000 target peserta yang direncanakan, ternyata pada hari H melebihi kapasitas yang sudah ditentukan yaitu sekitar 1146 peserta. Acara Try Out ini meliputi tiga acara inti yaitu yang pertama acara nonton film bersama berupa dokumentasi profil Fakultas Kedokteran, yang kedua acara inti yaitu Try out SNMPTN, dan acara makan bersama saat istirahat. Pembicara dalam Try out yaitu Dr Andri yang merupakan salah satu dosen Fakultas dan juga sebagai trainer.

Leoni_

(AK-47, FKIP UNS) Selasa, 26 Mei 2009, Bidang Humas dan Kerjasama UNS mengadakan workshop dengan latar belakang peningkatan kualitas kerjasama kemitraan antara Dewan Pengembangan Program Kemitraan (DPPK), DIKTI, dan Perusahaan dengan Perguruan Tinggi, khususnya UNS. Workshop yang di hadiri seratus lebih peserta ini bertempat di ruang sidang 2 gedung pusat UNS.

Acara ini menghadirkan Ir. Gendut Suprayino, sekretaris eksekutif DPPK, Liliek setiawan dan Setiawan Widodo dari PT. Tiga Pilar Sejahtera ini berjalan lancar. Diawali dengan presentasi oleh Ir. Gendut Suprayitno mengenai manfaat, peluang, dan tantangan program kerja bagi mahasiswa di dunia industri, kemudian dari PT. TPS-foot memaparkan konsep Link dan Match “Profil lulusan yang siap pakai merupakan hajat bersama, sinergi antara perguruan tinggi dengan kalangan Industri dan perguruan tinggi mampu menekan biaya untuk penggodokan sumber daya manusia.”

Ikha_

lpmmotivasi on June 9th, 2009

(AK47, UNS) Sabtu, 30 Mei 2009, Himpunan Mahasiswa Kimia( HIMAMIA) fakultas MIPA UNS mengadakan seminar nasional. Tema dari seminar ini adalah Teknologi Penanganan Limbah Plastik yang Berlimpah di Indonesia Menjadi Material Cerdas. Hiyas Praditya selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa yang melatarbelakangi tema seminar nasional tersebut ialah kemajuan teknologi plastik yang semakin bertambah yang mencemari lingkungan dan menjadi sampah supaya dapat didaur ulang menjadi hal yang lebih berguna.

Seminar ini bertujuan supaya mahasiswa dan masyarakat dapat mengetahui pengelolaan sampah supaya menjadi material yang berguna. Seminar ini menghadirkan empat pembicara, yaitu Ir. Dwi Purwanto (Dinas Perindustrian Jateng), Zarkasih Tanjung S.Psi. (Wahana Lingkungan Hidup), Prof. Dra. Neng Sri Suharty, DR. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. . Seminar dinyatakan sukses karena dapat dilihat dari antusias peserta yang hadir. Seminar dihadiri oleh 250 peserta yang ternyata melebihi kapasitas seperti diungkapkan oleh Hiyas selaku ketua panitia, “Seminar ini dihadiri kurang lebih 250 peserta yang ternyata melebihi target karena panitia hanya menargetkan 150 peserta.” Peserta yang hadir kebanyakan berasal dari FMIPA dan FKIP UNS, tetapi ternyata peserta juga ada yang berasal dari luar UNS, yaitu dari UNY dan UNNES. Seminar dimulai dari pukul 08.00-14.00 wib di aula gedung B FMIPA UNS.

_i_o

lpmmotivasi on June 9th, 2009

(AK47) Kamis, 28 Mei 2009, BEM FKIP UNS bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Seni Rupa (HIMPROBSER) mengadakan lomba baca puisi dan karikatur dengan tema “Reformasi Untuk Kebangkitan Pendidikan”. Acara tersebut bertempat di shelter depan gedung C FKIP UNS. Lomba baca puisi dimulai pukul 8-12 wib sedangkan lomba karikatur dimulai jam 13.00 sampai selesai.

Latar belakang kegiatan tersebut ialah makin lunturnya semangat mahasiswa karena mulai tenggelam dalam kegiatan akademik. Sementara itu, sastra atau seni adalah media yang lebih bagus untuk membangkitkan semangat nasionalisme, menggugah jiwa-jiwa nasionalis para mahasiswa yang tertidur.

Tujuan dari kegiatan tersebut ialah untuk menyemarakkan Hari Kebangkitan Nasional supaya jiwa nasionalisme mahasiswa khususnya FKIP muncul kembali setelah sebelas tahun reformasi.

Sasaran kegiatan lomba tersebut adalah mahasiswa dan umum. Mahasiswa dari universitas lain seperti UMS dan STIKES pun ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut.

Sebagai juri lomba ialah Drs. Suksmawan Yant Mujiyanto dan Dr. Budi Waluyo, S.S. sedangkan juri lomba karikatur adalah Adam Wahida, S. Pd, M. Sn., Eka Kusumatuti, dan Mujiyono.

Menurut salah satu panitia, Septi Kuntari, acara tersebut sudah dikatakan sukses termasuk baca puisi dengan peserta yang sesuai target dan cukup antusias. Sedangkan karikatur yang digunakan sebagai awalan untuk kembali mencurahkan nasionalisme lewat gambar itu susah, mereka diharapkan bisa mengeksplor lebih lanjut. Namun, secara umum kegiatan tersebut sangat sukses dengan tempat yang cukup strategis, ramai, dan banyak supporter.

Nur Endah_

lpmmotivasi on June 9th, 2009

(AK-47) Minggu (31/5), Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan (HMP EP) Fakultas Ekonomi UNS mengadakan Try Out SNMPTN yang bertemakan Try Out SNMPTN 2009, You Can Do With Us. Acara yang dimulai pukul 07.00 -13.00 wib di gedung II FE UNS ini diikuti oleh siswa SMA kelas 3 sekaresidenan Surakarta.

Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk membantu peserta agar bisa mempersiapkan SNMPTN yang akan datang sekaligus memperkenalkan Fakultas Ekonomi terutama Ekonomi Pembangunan kepada peserta. Acara ini dimulai pukul 07.00 wib yang diawali dengan registrasi peserta kemudian mengerjakan soal hingga pukul 10.00 wib. Setelah istirahat, acara dilanjutkan lagi dengan mengerjakan soal pada tahap kedua hingga pukul 13.00 wib. Dipenghujung acara peserta try out diberi motivasi-motivasi yang berisi kiat-kiat sukses untuk menghadapi SNMPTN sekaligus pembagian kunci jawaban try out. Acara ini juga diramaikan dengan adanya stand-stand HMJ dengan tujuan memperkenalkan HMJ yang ada di fakultas Ekonomi untuk program diploma, yaitu program studi Manajemen, Ekonomi Pembangunan, dan Akuntansi.

Meskipun acara ini merupakan kegiatan baru di FE, tetapi antusias peserta cukup besar, “Target kita 500 peserta, tetapi pendaftaran sebelum hari-H berjumlah 300 peserta. Namun, hari ini banyak peserta baru yang ingin mendaftar, tetapi karena soal Try Out sudah habis jadi terpaksa pendaftaran kita tutup”, ungkap Raga Data, selaku Ketua Panitia. Untuk ke depannya acara diharapkan dapat berlangsung kembali dan menjadi lebih baik lagi, “Harapan ke depan semoga lebih lancer, kita mau mengadakan acara Try Out lagi. Kalau sekarang targetnya 500 peserta maka tahun depan kalau bisa akan ditargetkan menjadi 1000 peserta, ”tambahnya.

Abidah

lpmmotivasi on June 9th, 2009

(AK47) 28-30 Mei 2009 MAWA UNS adakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) tingkat menengah sebagai lanjutan dari LKMM tingkat dasar yang dilaksanakan 16-19 Maret 2009. LKMM tingkat menengah dilaksanakan di Hotel Pondok Sari I Tawangmangu, Karanganyar. Pembantu Rektor III beserta jajaran pembantu dekan bidang kemahasiswaan turut hadir membuka LKMM tingkat menengah. Peserta yang mendaftar sejumlah 40 mahasiswa dari berbagai UKM di sembilan fakultas di UNS. Namun, yang hadir hanya 38 peserta. Peserta diberangkatkan dari UNS pukul 13.00 pada tanggal 28 Mei 2009. Hari pertama dan kedua diisi dengan materi dan simulasi. Hari ketiga adalah materi outbond yang di pandu oleh Budi setiawan List_